PENGARUH E-GOVERNMENT MELALUI APLIKASI BISMA TERHADAP EFISIENSI BARANG MILIK DAERAH DI BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA TASIKMALAYA

Authors

  • Nanda Khoerunnisa STIA YPPT Priatim Tasikmalaya
  • Arifah Rosmayudi STIA YPPT Priatim Tasikmalaya
  • Ade Iskandar STIA YPPT Priatim Tasikmalaya

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh E-Government Melalui Aplikasi Bisma Terhadap Efisiensi Barang Milik Daerah Di Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kota Tasikmalaya”. Yang menjadi pokok permasalahan yaitu: Data yang tercatat dalam aplikasi BISMA seringkali tidak lengkap atau tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan, menghambat proses pengelolaan aset secara optimal, Seringnya pergantian operator aplikasi BISMA berdampak pada kurangnya konsistensi dalam pengoperasian sistem, mengakibatkan kesalahan dalam penginputan dan pelaporan data, Anggaran dan perhatian terhadap pemeliharaan BMD sering kali terbatas, menyebabkan penurunan kualitas dan umur aset lebih cepat dari seharusnya. Dari sisi egovernment, Aplikasi BISMA masih memerlukan penyempurnaan karena terdapat beberapa fitur yang belum berfungsi secara optimal, menyebabkan keterlambatan dalam proses administrasi aset daerah, Kurangnya evaluasi berkala terhadap penggunaan aplikasi BISMA membuat permasalahan teknis tidak segera terdeteksi dan diselesaikan, memperlambat peningkatan efisiensi. Teori tentang E-Government oleh Mohhamed Ateeq Alanezi, Ahmed Kamil, dan Shuib Basri digunakan sebagai kerangka pemikiran. Dalam teori ini, dimensinya adalah Kemudahan Penggunaan (kemudahan penggunaan), Kepercayaan (kepercayaan), Fungsionalitas Interaksi Lingkungan (fungsionalitas interaksi lingkungan), Keandalan (keandalan), Isi dan Penampilan Informasi (isi dan penampilan informasi), dan Dukungan Masyarakat (pendukung).  Namun, untuk efisiensi barang milik daerah, teori Belo et al. digunakan. Dalam teori ini, elemen-elemen yang digunakan termasuk aspek fungsional, kepastian hukum, transparansi, efisiensi, akuntabilitas, dan kepastian nilai.  Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil uji perhitungan e-government yang dilakukan melalui aplikasi BISMA menunjukkan bahwa Efisiensi Barang Milik Daerah (BMD) Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah Kota Tasikmalaya meningkat.  Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,466 menunjukkan bahwa variabel Egovernment memengaruhi variabel Efisiensi Barang Milik Daerah (BMD) sebesar 46,6%, dan variabel lain memengaruhi 53,4%.

Kata Kunci: Egovernment, Efisiensi Barang Milik Daerah.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfeno, S., Kumar, A., & Saleh, A. F. R. (2022). Rancang Bangun (SISMAKAR) Sistem Informasi Surat Masuk dan Keluar Berbasis Web. Journal CERITA, 8(1). https://doi.org/10.33050/cerita.v8i1.2140

Belo, B. R., Asnawi, M., & Wijaya, A. H. C. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Pengelolaan Barang Milik Daerah Pada Opd Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Waropen Dengan Komitmen Pimpinan Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Akuntansi, Audit, Dan Aset, 1(2). https://doi.org/10.52062/jurnal_aaa.v1i2.7

Habibullah, A., & Ferawati, D. (2022). Government To Employes: Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Layanan Online Kepegawaian (Sinok) Dalam Mengukur Kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (Asn) Di Pemerintahan Kota Tegal. Jurnal Agregasi : Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi, 10(2). https://doi.org/10.34010/agregasi.v10i2.8013

Indrajit, R. E. (2006). Electronic Government : Konsep Pelayanan Public Berbasis Internet dan Teknologi Informasi. E- Government.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri.

Mardiasmo. (2018). Akuntansi Sektor Publik - Edisi Terbaru - Google Play Buku. In ANDI Yogyakarta.

Pasolong. (2019). Teori Admnistrasi Publik. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 3(1).

Pekei, B. (2019). Manajemen Efektivitas Pengelolaan Aset Daerah di Era Otonomi: Teori, Konsep, dan Analisis. In Jakarta: Taushia.

Presiden Republik Indonesia. (2003). Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government. Jakarta: Sekretariat Negara.

Samuel, C. A. (2021). Capaian, Peluang, dan Tantangan Implementasi E-Government di Indonesia. Center For Digital Society.

Singarimbun, M. (2006). sofian Effendi. In Metode Penelitian Survai.

Suaedi, F., & Wardiyanto, B. (2010). Revitalisasi administrasi negara: reformasi birokrasi dan e-governance. Yogyakarta: Graha Ilmu, 24(01).

Sudjana. (2005). sudjana. In Metoda statistika.

Sugiyono. (2018). Metode Peneiltian Kuantitatif, Kualitatif Kombinasi dan R&D. In Alfabeta Bandung.

Sumardi Suryabrata. (2014). Metode penelitian. Metode Penelitian.

Susila Wibawa, K. C. (2019). Urgensi Keterbukaan Informasi dalam Pelayanan Publik sebagai Upaya Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik. Administrative Law and Governance Journal, 2(2). https://doi.org/10.14710/alj.v2i2.218-234

Downloads

Published

28-07-2025

How to Cite

PENGARUH E-GOVERNMENT MELALUI APLIKASI BISMA TERHADAP EFISIENSI BARANG MILIK DAERAH DI BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA TASIKMALAYA. (2025). Jurnal Ilmiah Koordinasi, 4(01), 207-214. https://jurnal.stiaypptpriatim.ac.id/index.php/koordinasi/article/view/112

Most read articles by the same author(s)