PENGARUH KOMUNIKASI DAN KOORDINASI LINTAS SEKTORAL TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PUSKESMAS SARIWANGI KABUPATEN TASIKMALAYA

Authors

  • Euis Srimulyani STIA YPPT Priatim Tasikmalaya
  • Astri Siti Fatimah STIA YPPT Priatim Tasikmalaya
  • Arifah Rosmayudi STIA YPPT PRIATIM Tasikmalaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur pengaruh komunikasi serta koordinasi lintas sektoral terhadap efektivitas program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di UPTD Puskesmas Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 70 responden yang terlibat langsung dalam kebijakan KIA. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa komunikasi lintas sektoral berperan krusial dalam penyamaan persepsi, sementara koordinasi berfungsi menyinkronkan peran antar instansi. Secara parsial, kedua variabel memiliki hubungan positif terhadap capaian target kesehatan. Secara simultan, komunikasi dan koordinasi lintas sektoral berpengaruh signifikan terhadap efektivitas program KIA. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan program tidak dapat dicapai secara terisolasi, melainkan sangat bergantung pada kualitas interaksi antar sektor. Komunikasi terbuka dan koordinasi terintegrasi menjadi faktor determinan utama yang menentukan keberhasilan program. Kesimpulannya, penguatan kolaborasi lintas sektoral sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program KIA guna menekan angka kematian ibu dan bayi secara optimal di wilayah kerja Puskesmas Sariwangi.

 

Kata Kunci: Komunikasi, Koordinasi Lintas Sektoral, Efektivitas Program.

 

Abstract

This research aims to analyze and measure the influence of communication and cross-sectoral coordination on the effectiveness of the Maternal and Child Health (MCH) program at the Sariwangi Public Health Center (UPTD Puskesmas Sariwangi), Tasikmalaya Regency. Utilizing a quantitative method with an associative approach, data were collected through questionnaires distributed to 70 respondents directly involved in MCH policy. Statistical analysis results indicate that cross-sectoral communication plays a crucial role in aligning perceptions, while coordination functions to synchronize roles across agencies. Partially, both variables have a positive relationship with the achievement of health targets. Simultaneously, cross-sectoral communication and coordination significantly influence the effectiveness of the MCH program. These findings confirm that program success cannot be achieved in isolation but is highly dependent on the quality of interaction between sectors. Open communication and integrated coordination are the primary determinant factors for program success. In conclusion, strengthening cross-sectoral collaboration is essential to enhance the effectiveness of MCH programs to optimally reduce maternal and infant mortality rates within the Sariwangi Public Health Center's working area.

 

Keywords: Communication, Cross-sectoral Coordination, Program Effectiveness.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azwar, A. (2010). Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: Binarupa Aksara.

Buku dan Jurnal

Coppola, D. P. (2015). Introduction to International Disaster Management. Elsevier.

Enadarlita, & Asvio, N. (2019). Pengaruh Koordinasi dan Komunikasi terhadap Efektivitas Organisasi. Jurnal Manajemen dan Bisnis.

Handayani, S. (2021). Implementasi Permenkes 43/2019 dalam Penguatan Tata Kelola Puskesmas. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia.

Hasibuan, R. S. (2024). Kerja Sama Lintas Sektor dalam Pencapaian Tujuan Organisasi Kesehatan. Jurnal Administrasi Publik.

Kementerian Kesehatan RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kusuma, A. (2022). Kedekatan Emosional Tenaga Kesehatan dan Kepatuhan Masyarakat pada Program Nasional. Jurnal Psikologi Komunitas.

Muninjaya, A. A. G. (2011). Manajemen Kesehatan. Jakarta: EGC.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pemerintah Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta.

Pemerintah Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Indonesia. (2016). Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2016 tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Peraturan Perundang-undangan & Dokumen Resmi

Pratama, R. (2021). Efisiensi Biaya Kesehatan melalui Sistem Rujukan JKN. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia.

Rahayu, S. (2020). Kualitas Pelayanan KIA dan Kepercayaan Masyarakat terhadap Fasilitas Kesehatan Primer. Jurnal Kebidanan.

Rahmawati, D. (2023). Intervensi Sanitasi Terintegrasi dalam Menurunkan Angka Kejadian Diare. Jurnal Kesehatan Lingkungan.

Robbins, S. P., & Coulter, M. (2016). Management. Pearson Education.

Sujatmiko, B. (2021). Dampak Intervensi Dini Kehamilan terhadap Risiko Komplikasi Persalinan. Jurnal Kesehatan Reproduksi.

Sukarno, H. (2021). Peran Kader Kesehatan dalam Meningkatkan Efektivitas Program Preventif. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat.

Syahrizal. (2020). Integrasi Layanan Klinis dan Intervensi Komunitas di Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Thabrany, H. (2015). Jaminan Kesehatan Nasional. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

UPTD Puskesmas Sariwangi. (2023). Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Sariwangi Tahun 2023. Kabupaten Tasikmalaya.

UPTD Puskesmas Sariwangi. (2025). Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Sariwangi Tahun 2025. Kabupaten Tasikmalaya.

Wahab, S. A. (2012). Analisis Kebijakan: Dari Formulasi ke Penyusunan Model-Model Implementasi Kebijakan Publik. Jakarta: Bumi Aksara.

Widiyanto, T. (2022). Sinergisitas Pelayanan Dalam dan Luar Gedung terhadap Indikator Keluarga Sehat. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan.

Published

27-01-2026

How to Cite

PENGARUH KOMUNIKASI DAN KOORDINASI LINTAS SEKTORAL TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PUSKESMAS SARIWANGI KABUPATEN TASIKMALAYA. (2026). Jurnal Ilmiah Koordinasi, 4(02), 313-328. https://jurnal.stiaypptpriatim.ac.id/index.php/koordinasi/article/view/155

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>