ANALISIS KOMPETENSI PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN INDIHIANG  KOTA TASIKMALAYA

Authors

  • Sri Nurini STIA YPPT Priatim Tasikmalaya
  • Astri Siti Fatimah STIA YPPT Priatim Tasikmalaya
  • Iis Miati STIA YPPT Priatim Tasikmalaya

Abstract

For government agencies to provide effective and efficient public services, civil servant competency is essential.  Civil servants are more likely to perform at their highest level if they possess the information, abilities, and work attitudes necessary for their position.  Nonetheless, a study conducted at the Tasikmalaya City Indihian District Office uncovered a number of issues, such as a lack of knowledge about the most recent rules, a discrepancy between the job description and staff competences, a lack of IT proficiency, and poor communication in the provision of public services.  As a foundation for raising the caliber of human resources at the district level, these difficulties underscore the necessity of a more thorough examination of the proficiency of Indihian District staff. Analyzing the government officers' competencies in Tasikmalaya's Indihian District is the aim of this study.  Four indicators are used to quantify competencies: knowledge, professional skills, job skills, and social skills.  Civil servants in the Indihian District served as key informants for the study, which was carried out using a descriptive qualitative analytic approach.  An interactive model comprising data gathering, reduction, presentation, and conclusion drawing was used to examine the data. According to the survey's findings, Indihgian staff members' talents are largely classified as average to good, with a strong desire to learn and strengths in soft skills, but shortcomings in technical preparedness and restricted access to on-the-job training.  According to the study, local and regional governments ought to make online and offline training more widely available to their employees, particularly in the fields of public service administration, planning, and finance.

Keywords: Analysis, Competence, Civil Servants, Sub-District.

ABSTRAK

Dalam tata kelola pemerintahan, kompetensi pegawai negeri sipil sangat penting untuk menjamin terselenggaranya pelayanan publik yang efektif dan efisien. Pegawai negeri sipil dapat melaksanakan tugasnya secara efektif apabila memiliki informasi, kemampuan, dan sikap kerja yang sesuai dengan jabatannya. Namun demikian, hasil survei yang dilakukan di Kantor Kecamatan Indihian Kota Tasikmalaya masih menunjukkan sejumlah permasalahan, antara lain kurangnya pemahaman terhadap peraturan terbaru, kesenjangan antara tanggung jawab dan keterampilan pegawai, kurangnya keahlian teknologi informasi, dan buruknya komunikasi dalam pelayanan publik. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan manajemen kecamatan, perlu dilakukan analisis mendalam terhadap kompetensi pegawai di kecamatan Indihian. Analisis kompetensi pegawai di wilayah Indihian Tasikmalaya menjadi tujuan penelitian ini. Untuk menguji kompetensi digunakan empat indikator, yaitu pengetahuan, prestasi kerja, keterampilan, dan keterampilan sosial. Proses analisis kualitatif deskriptif menggunakan basis data Badan Administrasi Provinsi (BAPPEDA) yang digunakan di wilayah Indihian. Analisis dilakukan dengan pendekatan interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil survei, aparatur kabupaten/kota di Tasikmalaya memiliki kapasitas yang secara umum tinggi. Kekuatan utama mereka adalah soft skills dan keinginan yang kuat untuk belajar, sedangkan kekurangan mereka adalah kurangnya pelatihan fungsional dan keterbatasan kemampuan teknis. Berdasarkan jajak pendapat, pemerintah daerah dan daerah harus meningkatkan akses aparatur kabupaten/kota terhadap program pelatihan daring dan luring, khususnya di bidang administrasi pelayanan publik, perencanaan, dan keuangan.

Kata Kunci: Analisis, Kompetensi, Aparatur Sipil Negara, Kecamatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bungin, B. (2011). Penelitian Kualitatif. Kencana Prenada Media.

Danim, S. (2012). Menjadi Peneliti Kualitatif. Pustaka Setia.

Edison, Emron. Yohny anwar, I. komariyah. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Alfabeta.

Gunawan, E. N. (2020). Kompetensi Sumber Daya Aparatur Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 46(1), 291–300. https://doi.org/10.33701/jipwp.v46i1.1278

Hardiyanti, M. (2017). Analisis Kompetensi Pegawai Kantor Camat Tampan Kota Pekanbaru. Ilmu Administrasi Negara, 4(1), 1–13.

Hasibuan, M. S. . (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara.

Irawan, P. (2006). Penelitian Kualitatif & Kuantitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Departemen Ilmu Administrasi FISIP-UI.

Komara, E. (2019). Kompetensi Profesional Pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) di Indonesia. Mimbar Pendidikan, 4(1), 73–84. https://doi.org/10.17509/mimbardik.v4i1.16971

Priansa, D. J. (2017). Perencanaan dan Pengembangan SDM. Alafabeta.

Prihadi, S. F. (2014). Assessment Centre: Identifikasi, pengukuran dan Pengembangan Kompetensi. Gramedia Pustaka Utama.

Sedarmayanti. (2017). Perencanaan dan Pengembangan SDM untuk Meningkatkan Kompetensi, Kinerja dan Produktivitas Kerja. Refika Aditama.

Sudarmanto. (2018). Kinerja Dan Pengembangan Kompetensi SDM Teori, Dimensi Pengukuran, dan Implementasi dalam Organisasi (Cetakan Ke). Pustaka Pelajar.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sutrisno, E. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Kencana.

Downloads

Published

28-07-2025

How to Cite

ANALISIS KOMPETENSI PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN INDIHIANG  KOTA TASIKMALAYA. (2025). Jurnal Ilmiah Koordinasi, 4(01), 183-195. https://jurnal.stiaypptpriatim.ac.id/index.php/koordinasi/article/view/110

Most read articles by the same author(s)