PENGAWASAN PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) CIANGIR KOTA TASIKMALAYA

Authors

  • Peti Pazriati STIA YPPT PRIATIM Tasikmalaya
  • Adi Kurnia STIA YPPT PRIATIM Tasikmalaya
  • Dasep Dodi Hidayat STIA YPPT PRIATIM Tasikmalaya

Abstract

Dengan bertambahnya populasi manusia, maka akan terjadi peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan. Pengelolaan sampah dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang menumpuk. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ciangir terletak di kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya dan merupakan salah satu dari sekian banyak fasilitas pengolahan sampah di Tasikmalaya. Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 7 Tahun 2012 mengatur tentang pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya. Salah satu tugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya yang didukung oleh UPTD TPA Ciangir adalah menangani tugas tersebut. Permasalahan yang belum terselesaikan antara lain banyaknya sampah yang menumpuk di TPA Ciangir yang masih menggunakan cara terbuka, serta kurangnya sumber daya dan infrastruktur yang diperlukan untuk pengelolaan sampah. Kepala Unit Teknis Dinas (UPTD) bertanggung jawab langsung atas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ciangir. Pengawasan yang dilakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung, bertujuan untuk memastikan bahwa pegawai melakukan pekerjaan sesuai dengan perintah atau jika terjadi penyimpangan, sehingga kepala dapat menindaklanjuti masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan metode pengumpulan data seperti observasi, dokumentasi dan wawancara dengan petugas UPTD di TPA. Semua data yang dikumpulkan selama penelitian diselidiki dengan menggunakan dokumentasi, observasi dan wawancara. Menurut penelitian, pengelola dapat memantau sampah setiap hari sehingga mengurangi permasalahan sampah. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan pegawai telah mengubah cara pengelolaan sampah. Awalnya digunakan depo sampah terbuka, namun kini digantikan oleh depo sampah sanitasi (sanitary landfill). Tempat pembuangan sampah sanitasi (sanitary landfill) adalah sistem yang mengelola atau memusnahkan sampah dan menimbunnya dengan tanah, sehingga meminimalisir pencemaran pada lingkungan.

Kata Kunci: Pengawasan, Pengelolaan Sampah.

 

ABSTRACT

The higher humans grow, the more waste is produced, so waste accumulation increases every year. To reduce waste accumulation, waste disposal can be carried out. One of the waste management plants in Tasikmalaya is Ciangir Final Processing Plant (TPA) located in Tamansari, Tamansari District, Tasikmalaya City. Waste disposal in Tasikmalaya City is regulated under the Tasikmalaya City Regional Ordinance No. 7 of 2012. This is one of the tasks of the Tasikmalaya City Environmental Department and is supported by the Ciangir TPA Waste Management Technical Implementation Unit (UPTD). The issues I faced have not yet been resolved, including the increasing accumulation of waste at the Changir Final Processing Site (TPA), where open dumping sites are still used, and the lack of facilities and infrastructure to support waste management. That's exactly what we did. Waste management at the Ciangir Finishing Processing Plant (TPA) is directly monitored by the management of the Technical Implementation Unit (UPTD) of the Finishing Processing Plant (TPA). Supervision takes the form of direct and indirect supervision. Check the work status of all employees, whether they are following the instructions or not, and in case of deviations, the person in charge will follow up. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach, data collection, observation and documentation through interviews with the head of the technical implementation unit (UPTD) of the final processing site (TPA). Data analysis was carried out using interviews, observations and documentation carefully collected during the research. Therefore, in order to solve the waste problem, the head of the technical implementation unit (UPTD) and all employees of the final processing point (TPA) have changed the way waste is used, which requires daily monitoring by the director. We have found that the waste problem can be minimized. The disposal method originally used the open garbage disposal method, but today the hygienic garbage disposal method is used, namely carelessly throwing the garbage. There will also be improvements to the leachate pond to minimize leachate contamination and a rock retaining wall will be created as a soil barrier to prevent landslides.

Keywords: Supervision, Waste Management.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Sumber buku:

Abdussamad. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Amri,Syaiful. (2022). Pengantar Ilmu Manajemen. Seval Literindo Kreasi.

Aminah, & Adina Mulyawati. (2021). Pengelolaan sampah Dalam Konteks Pembangunan Berkelanjutan (Waste MAnagement in the Context of Waste Management).

Chotimah, C. (2020). Pengelolaan Sampah Dan Pengembangan Ekonomi Kreatif (pp. 1–69). Akademia Pustaka.

Effendi, U. (2014). Asas Manajemen. RajaGrapindo Persada.

Handayaningrat, S. (1988). Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. CV Haji Masagung.

Handoko. (2021). Majemen. BPFE-Yogyakarta.

Hutahaean,Wendy Sepmaday. (2018). Dasar Manajemen. Ahlimedia Press.

Kast, F. E., & Rosenzweig, J. E. (1985). Organisasi & Manajemen. Bumi Aksara.

Silalahi, U. (2019). Studi tentang Ilmu Administrasi. Sinar Baru Algensindo.

Sudaryono. (2017). Pengantar Manajemen Teori dan Kasus. CAPS (Center for Academic Publishing Service).

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Ke-27). Alfabeta.

Sutopo. (2002). Pengantar Penelitian Kualitatif. Universitas Sebelas Maret Press.

Sutopo, H. (2002). Pengantar Penelitian Kualitatif. Universitas Sebelas Maret Press.

Usman, L. (2017). Analisa Kinerja Pengelolaan Sampah Di Kota Gorontalo (Studi Kasus Kecamatan Kota Selatan). 5(1), 47–54.

V. Wiratna Sujarweni. (2014). Metodologi Penelitian. Pustaka Baru Press.

Sumber Jurnal:

Dobiki, J. (2018). Analisis Ketersedian Prasarana Persampahan Di Pulau Kumo Dan Pulau Kakara Di Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Spasial Volume, 5(2), 220–228.

Sumber lain:

Undang-Undang No 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah

Peraturan Walikota Tasikmalaya Nomor 26 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Sampah Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya

Downloads

Published

28-01-2024

How to Cite

PENGAWASAN PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) CIANGIR KOTA TASIKMALAYA. (2024). Jurnal Ilmiah Koordinasi, 2(02), 71-80. https://jurnal.stiaypptpriatim.ac.id/index.php/koordinasi/article/view/125

Most read articles by the same author(s)