COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) MEKAR SARI DI DESA GUNUNGSARI KECAMATAN SUKARATU KABUPATEN TASIKMALAYA
Abstract
ABSTRAK
Collaborative Governance dalam pelaksanaan BUMDes, diidentifikasikan sebagai keterlibatan beberapa stakeholder baik Lembaga Pemerintah maupun non Pemerintah yang bekerjasama agar mencapai tujuan pelaksanaan BUMDes supaya jauh lebih efektif, daripada organisasi secara mandiri, selain itu, berbagai kepentingan stakeholders akan mudah terakomodir dalam pelaksanaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis Collaborative Governance dalam BUMDes Mekar Sari di Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori dari ansell dan gash, yang dimana dalam teori ansell dan gash terdapat 4 Dimensi penting dalam Collaborative Governance, yaitu : (a) Kondisi awal (b) Desain Kelembagaan (c) Kepemimpinan Fasilitatif (d) Proses kolaborasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa collaborative governance dalam BUMDes Mekar Sari belum berjalan dengan maksimal hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa dimensi mengenai Collaborative Governance yang belum tercapai, seperti: (1) Terdapat permasalahan pada kondisi awal pengelolaan BUMDes Mekar Sari (2) Kurang maksimalnya peran direktur BUMDes Mekar Sari dalam berkolaborasi. Hal tersebut yang menjadi faktor kurang maksimalnya Collaborative Governance dalam BUMDes Mekar Sari di Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya.
Kata kunci : Collaborative Governance, Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa
ABSTRACT
Collaborative Governance in the implementation of BUMDes is identified as the involvement of several stakeholders, both Government and non-Governmental Institutions who work together to achieve the objectives of implementing BUMDes so that it is much more effective, than an independent organization, in addition, various stakeholder interests will be easily accommodated in its implementation. This study aims to determine, describe and analyze Collaborative Governance in BUMDes Mekar Sari in Gunungsari Village, Sukaratu District, Tasikmalaya Regency. This research approach uses descriptive qualitative research methods. Data collection techniques using the method of observation, interviews, literature study, and documentation. The theory used in this study is the theory of Ansell and Gash, where in the Ansell and Gash theory there are 4 important dimensions in Collaborative Governance, namely: (a) Stratring conditions (b) Institutional Design (c) Facilitative Leadership (d) Collaborative process . The results of this study indicate that the collaborative governance of BUMDes Mekar Sari has not run optimally this is because there are still several dimensions regarding Collaborative Governance that have not been achieved, such as: (1) There are problems in the initial conditions of the management of BUMDes Mekar Sari (2) Less than the maximum role director of BUMDes Mekar Sari in collaborating. This is a factor in the lack of optimal collaboration management in the Mekar Sari BUMDes in Gunungsari Village, Sukaratu District, Tasikmalaya Regency.
ABSTRAK
Collaborative Governance dalam pelaksanaan BUMDes, diidentifikasikan sebagai keterlibatan beberapa stakeholder baik Lembaga Pemerintah maupun non Pemerintah yang bekerjasama agar mencapai tujuan pelaksanaan BUMDes supaya jauh lebih efektif, daripada organisasi secara mandiri, selain itu, berbagai kepentingan stakeholders akan mudah terakomodir dalam pelaksanaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis Collaborative Governance dalam BUMDes Mekar Sari di Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori dari ansell dan gash, yang dimana dalam teori ansell dan gash terdapat 4 Dimensi penting dalam Collaborative Governance, yaitu : (a) Kondisi awal (b) Desain Kelembagaan (c) Kepemimpinan Fasilitatif (d) Proses kolaborasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa collaborative governance dalam BUMDes Mekar Sari belum berjalan dengan maksimal hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa dimensi mengenai Collaborative Governance yang belum tercapai, seperti: (1) Terdapat permasalahan pada kondisi awal pengelolaan BUMDes Mekar Sari (2) Kurang maksimalnya peran direktur BUMDes Mekar Sari dalam berkolaborasi. Hal tersebut yang menjadi faktor kurang maksimalnya Collaborative Governance dalam BUMDes Mekar Sari di Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya.
Kata kunci : Collaborative Governance, Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa
ABSTRACT
Collaborative Governance in the implementation of BUMDes is identified as the involvement of several stakeholders, both Government and non-Governmental Institutions who work together to achieve the objectives of implementing BUMDes so that it is much more effective, than an independent organization, in addition, various stakeholder interests will be easily accommodated in its implementation. This study aims to determine, describe and analyze Collaborative Governance in BUMDes Mekar Sari in Gunungsari Village, Sukaratu District, Tasikmalaya Regency. This research approach uses descriptive qualitative research methods. Data collection techniques using the method of observation, interviews, literature study, and documentation. The theory used in this study is the theory of Ansell and Gash, where in the Ansell and Gash theory there are 4 important dimensions in Collaborative Governance, namely: (a) Stratring conditions (b) Institutional Design (c) Facilitative Leadership (d) Collaborative process . The results of this study indicate that the collaborative governance of BUMDes Mekar Sari has not run optimally this is because there are still several dimensions regarding Collaborative Governance that have not been achieved, such as: (1) There are problems in the initial conditions of the management of BUMDes Mekar Sari (2) Less than the maximum role director of BUMDes Mekar Sari in collaborating. This is a factor in the lack of optimal collaboration management in the Mekar Sari BUMDes in Gunungsari Village, Sukaratu District, Tasikmalaya Regency.
Keywords: Collaborative Governance, Village Owned Enterprise Governance
Downloads
References
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Andi, P. (2016). Metode Penelitian Kualitatif Dalam Perspektif Rancangan Penelitian (S. Meita (Ed.)). Ar-Ruzz Media.
Astuti, R. S., Warsono, H., & Rachim, A. (N.D.). Sampul Collaborative Governance.
Gusnardi, A. Hasan. (2018). Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Asli Desa Dan Badan Usaha Milik Desa Dalam Meningkatkan Pembangunan Perekonomian. Taman Karya.
Habibah, E. N. (2021). Collaborative Governance Konsep & Praktik. Pustaka Rumah Cinta.
Pranowo, G. (2021). Monograf Pengelolaan Pembelajaran (S. Fauziyah (Ed.)). Penerbit Lakeisha.
Prasetya, E. (2020). Inspirasi Sektor Usaha Bumdes. Hijaz Pustaka Mandiri.
Prasetyo, D. (2019). Peran Bumdes Dalam Membangun Desa (Claudia (Ed.)). Cv Derwati Press.
Putra. (2012). New Public Governance. Universitas Brawijaya Press (Ub Press).
Solekhan. (2014). Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Berbasis Partisipasi Masyarakat. Setara Press.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Alfabeta, Cv.
Wijaya, D. (2018a). Bum Desa Badan Usaha Milik Desa. Gava Media.
Yanuar, I. (2012). Metode Penelitian Sosial Kualitatif. Pt Refika Aditama.
Revida, E., Aisyah, S., Pardede, anita florance, Ourba, S., Hidayatuloh, a. nururrochman, Leuwol, natasya virginia, SN, A., Kato, I., Silalahi, M., & Manullang, sardjana orba. (2021). Manajemen Pelayanan Publik. Yayasan Kita Menulis.
Jurnal
Alfiah, S., Andriani, J., Lesmana, R., Sunardi, N., & Furyanah, A. (2019). Manajemen Pengelolaan Desa Wisata Pada Desa Cimanggu, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat ( Studi Kasus Pada Curug Paok dan Bukit Pasir Jaka). Abdi Masyarakat Humanis, 1(1), 21–28.
Ansell, G. (2008). Collaborative Governance theory and practice. collaborative governance theory and practice.
Luh ni, D. yulyana. (2019). Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Dinamika Collaborative Governance Dalam Studi Kebijakan Publik. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 2(2). https://journal.undiknas.ac.id
Samadi, Rahman, A., & Afrizal. (2015). Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam peningkatan ekonomi masyarakat (Studi Pada Bumdes Desa Pekan Tebih Kecamatan Kepenuhan Hulu Kabupaten Rokan Hulu). Jurnal, 2(1)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmiah Koordinasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal yang berfokus pada administrasi niaga (bisnis) dan administrasi negara (publik) memiliki berbagai cakupan yang mencakup penelitian dan pemikiran di bidang yang relevan:
Jurnal Ilmiah STIA YPPT TASIKMALAYA
-
- Ilmu Administrasi Publik
- Kebijakan dan Manajemen Publik
- Ilmu Administrasi Niaga
- Bisnis dan Kewirausahaan
- Ilmu Pemerintahan
- Ilmu Sosial Lainnya
-
Ekonomi dan Bisnis
-
- Ilmu Administrasi Publik
Jurnal Ilmu Administrasi Negara
-
-
Kajian Kebijakan Publik
-
Penelitian dan Telaah Teoritis dalam Ilmu Administrasi Negara
-










