Analisis Implementasi Kebijakan Pelayanan Terpadu di Mall Pelayanan Publik Kota Tasikmalaya(Pendekatan Tata Kelola Kolaboratif Integratif)
Abstract
Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan terintegrasi mendorong pemerintah daerah untuk melakukan inovasi birokrasi, salah satunya melalui pembentukan Mall Pelayanan Publik (MPP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pelayanan terpadu di MPP Kota Tasikmalaya dengan menggunakan kerangka tata kelola kolaboratif integratif dari Emerson, Nabatchi, dan Balogh (2012). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan melalui observasi langsung serta studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa System Context seperti kebijakan pusat dan dukungan politik lokal menjadi pendorong utama kolaborasi. Collaborative Governance Regime (CGR) telah terbentuk melalui principled engagement, shared motivation, dan capacity for joint action, meskipun komponen kapasitas bersama masih menghadapi tantangan pada keandalan infrastruktur TI dan kompetensi SDM non-ASN. Secara keseluruhan, tindakan kolaboratif di MPP Kota Tasikmalaya yang mengintegrasikan 262 jenis layanan telah memberikan dampak positif berupa peningkatan jumlah pemohon secara signifikan dari tahun ke tahun, meskipun penguatan mekanisme adaptasi teknologi dan kebijakan darurat tetap diperlukan demi keberlanjutan layanan.
Kata Kunci: Collaborative Governance, Mall Pelayanan Publik, Pelayanan Terpadu, kota Tasikmalaya
Abstract
The increasing public demand for fast, transparent, and integrated public services has encouraged local governments to implement bureaucratic innovations, one of which is the establishment of Public Service Malls (Mall Pelayanan Publik/MPP). This study aims to analyze the implementation of integrated public service policies at the Tasikmalaya City Public Service Mall using the Integrative Collaborative Governance framework developed by Emerson, Nabatchi, and Balogh (2012). The research employed a qualitative approach through field observations and literature review. The findings indicate that the System Context, particularly national policy support and local political commitment, serves as the primary driver of inter-organizational collaboration. The Collaborative Governance Regime (CGR) has been established through principled engagement, shared motivation, and capacity for joint action. However, the capacity for joint action remains constrained by challenges related to information technology infrastructure reliability and the competencies of non-civil servant personnel. Overall, the collaborative actions implemented at the Tasikmalaya City Public Service Mall, which integrates 262 public service types, have generated positive outcomes, as reflected in the significant annual increase in service applicants. Nevertheless, strengthening technological adaptation mechanisms and emergency policy frameworks remains essential to ensure the sustainability and
resilience of public service delivery.
Keywords: Collaborative Governance; Public Service Mall; Integrated Public Services,Kota Tasikmalaya
Downloads
References
Ansell, C., & Gash, A. (2007). Collaborative Governance in Theory and Practice.
Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543-571.
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An Integrative Framework for Collaborative Governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1-29.
Rusli, B. (2025). Strategies for Socialization and Education of the Public Service Mall Policy in Tasikmalaya City. International Journal of Science and Research (IJSR), 14(2), 52-55.
Rusli, B., & Muharam, R. S. (2025). Green Building Implementation Model in Tasikmalaya City Public Service Mall: An Environment-Based Approach. Journal of Contemporary Urban Affairs, 4(1), 2107-2118.
Saputra, M. (2025). Inovasi Pelayanan Publik di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tasikmalaya (Studi Pada Mall Pelayanan Publik) (Skripsi). Universitas Galuh.
Tim Kabar Priangan. (2022, Oktober 17). Kawasan Semipedestrian dan MPP, Kado Terindah untuk Hari Jadi Kota Tasikmalaya. Kabar Priangan.
Tim Kabar Tasikmalaya. (2023, Oktober 17). Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-22. Merajut Asa Bersama Menuju Kemajuan Kota Tasikmalaya. Kabar Tasikmalaya.
Universitas Galuh Repository. (2025). Optimalisasi mall pelayanan publik dalam meningkatkan pelayanan yang baik di mall pelayanan publik kota tasikmalaya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Koordinasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal yang berfokus pada administrasi niaga (bisnis) dan administrasi negara (publik) memiliki berbagai cakupan yang mencakup penelitian dan pemikiran di bidang yang relevan:
Jurnal Ilmiah STIA YPPT TASIKMALAYA
-
- Ilmu Administrasi Publik
- Kebijakan dan Manajemen Publik
- Ilmu Administrasi Niaga
- Bisnis dan Kewirausahaan
- Ilmu Pemerintahan
- Ilmu Sosial Lainnya
-
Ekonomi dan Bisnis
-
- Ilmu Administrasi Publik
Jurnal Ilmu Administrasi Negara
-
-
Kajian Kebijakan Publik
-
Penelitian dan Telaah Teoritis dalam Ilmu Administrasi Negara
-










